Ruang Terbuka Hijau (RTH)

Ruang Terbuka Hijau (RTH), adalah area memanjang/jalur dan atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Keberadaan RTH di suatu daerah atau suatu kota sangat penting artinya, sehingga perlu diupayakan sekurang-kurangnya 30% dari luas wilayah daerah atau kota tersebut adalah RTH.

Keberadaan RTH memiliki tiga fungsi  penting yaitu ekologis, sosial-ekonomi dan evakuasi. Fungsi ekologis RTH yaitu dapat meningkatkan kualitas air tanah, mencegah banjir, mengurangi polusi udara dan pengatur iklim mikro. Fungsi sosial-ekonomi untuk memberikan fungsi sebagai ruang interaksi sosial, sarana rekreasi dan sebagai landmark kota. Sementara evakuasi berfungsi antara lain untuk tempat pengungsian saat terjadi bencana alam.

Dengan keberadaan RTH yang ideal, maka tingkat kesehatan warga kota yang bersangkutan juga menjadi baik karena RTH dapat mengurangi kadar polutan seperti timah hitam dan timbal yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Polutan tersebut melayang-layang di udara dengan ketinggian kurang dari 1 meter dari tanah, maka tidak heran jika berdampak buruk terhadap kesehatan terutama anak-anak.

Sayangnya, keberadaan RTH semakin terancam oleh kegiatan pembangunan yang terus meningkat. Tekanan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan sarana prasarana kota, seperti bangunan gedung, pengembangan dan penambahan jalur jalan, semakin mempersempit area RTH. Pun keberadaan RTH masih sering dikalahkan oleh berbagai kepentingan lain yang lebih menguntungkan dan cenderung berorientasi pada pembangunan fisik untuk kepentingan ekonomi.

Untuk mengembalikan RTH yang ideal diperlukan komitmen kuat dari semua pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

Di Kabupaten Subang, masalah pengelolaan RTH selalu menjadi perhatian utama. Hal ini terlihat dari munculnya kegiatan pengelolaan RTH di setiap tahun anggaran. Banyak kegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya pengelolaan RTH di Kabupaten Subang, sebagai contoh, kegiatan penghijauan yang dilaksanakan pada tahun 2013 di Desa Cigugur Kaler, Desa Karanganyar, dan Desa Kebondanas Kecamatan Pusakajaya. Di ketiga desa tersebut, BLH Kabupaten Subang bersama SKPD terkait dan masyarakat setempat melakukan penanaman pohon produktif sukun, mangga dan salam.

Kegiatan lain yang dilaksanakan dalam mendukung RTH adalah sosialisasi mengenai pengelolaan sampah (K3, 3R dan Bank Sampah) dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (DAS dan Kawasan Lindung). Kegiatan tersebut mendapat sambutan baik dari masyarakat, yang berarti bahwa masyarakat menunjukkan keinginan untuk berpartisipasi dalam pengelolaan RTH. Kegiatan RTH lainnya adalah penanaman pohon peneduh di wilayah kota. Sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah pohon peneduh terutama di ruas-ruas jalan di perkotaan, BLH menyelenggarakan kegiatan penanaman pohon peneduh. Penanaman ini dilakukan di Jalan Otista, Jalan Pejuang 45, dan jalan sekitar Pasar Panjang dengan jumlah total 1.250 pohon peneduh yang terdiri dari Pohon Dadap Merah, Tanjung, Filisium, Bintaro, dan Kiacret.

Melalui Program RTH yang berkesinambungan, diharapkan jumlah RTH di Kabupaten Subang semakin meningkat dari waktu ke waktu, sehingga bukan saja kawasan RTH semakin teduh, kualitas udara juga semakin baik dan dengan demikian meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Subang.