Menuju Indonesia Hijau (MIH)

Program Menuju Indonesia Hijau (MIH) yang pertama kali dicanangkan tahun 2006 merupakan salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup yang bertujuan untuk mengendalikan laju deforestasi dan luasan lahan kritis. Meningkatnya luasan lahan kritis berpotensi menyebabkan terjadinya bencana ekologis seperti banjir, longsor, dan kekeringan. Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, angka deforestasi periode tahun 2006-2009 mencapai 0,83 juta hektar per tahun. Deforestasi terbesar terjadi di dalam kawasan hutan yang mencapai 73,4 persen. Sedangkan di luar kawasan hutan sebesar 26,6 persen. Sementara lahan kritis, tercatat 27, 2 juta pada tahun 2011 mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan tahun 2006 yaitu seluas 30,1 juta hektar.

Program MIH berfokus pada pengukuran perubahan tutupan vegetasi di lahan yang berfungsi sebagai kawasan lindung untuk mengetahui sejauh mana kemampuan pemerintah daerah mengintervensi dan menanggulangi degradasi. Untuk itu diperlukan pemetaan daerah mana yang harus dikonservasi, daerah yang dapat diolah, dan daerah kritis yang memerlukan perhatian khusus. Dalam pelaksanaannya, diberikan penilaian terhadap kinerja pemerintah, baik di tingkat nasional maupun tingkat provinsi dan kabupaten. Sebagai wujud apresiasi, Kementerian Lingkungan Hidup memberikan penghargaan Raksaniyata kepada daerah yang berhasil mempertahankan dan menambah tutupan vegetasi di wilayahnya.

Adapun porsi penilaian terbesar, 50 persen berupa penilaian untuk mempertahankan tumbuhnya vegetasi di kawasan lindung, disusul dengan nilai 30 persen untuk implementasi kebijakan yang tertuang dalam rencana pembangunan daerah dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Melalui program ini diharapkan terwujudnya peningkatan kualitas lingkungan dan terbukanya peluang bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam pelestarian sumber daya alam dan pengendalian kerusakan lingkungan.

Program MIH menjadi satu komponen utama dalam menetapkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) yang indikatornya adalah kerusakan dan pencemaran. Kegiatan ini pun diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam pengendalian kerusakan lingkungan, serta mendukung pemerintah untuk memenuhi target penurunan emisi sebesar 26 persen di tahun 2020.

Di Kabupaten Subang, pelaksanaan Program MIH diawali dengan kegiatan Sosialisasi MIH kepada seluruh kepala SKPD di Kabupaten Subang untuk menyamakan persepsi mengenai MIH dan seluruh komponennya, seperti inventarisasi kondisi tutupan vegetasi, kelembagaan dan pendanaan, tata ruang wilayah, alih fungsi lahan, mitigasi dan adaptasi, dan lain-lain. Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2012. Untuk kinerja dalam pelaksanaan Program MIH di Kabupaten Subang, BLH Kabupaten Subang pada tahun 2012 mendapatkan penghargaan Raksa Prasadha dari Gubernur Jawa Barat.

Untuk tahun 2013, Program MIH dilaksanakan melalui kegiatan Penyusunan Profil Tutupan Vegetasi di Kabupaten Subang yang di dalamnya memuat Peta Tutupan Vegetasi Kabupaten Subang. Diharapkan melalui kegiatan ini diperoleh informasi mengenai kondisi tutupan vegetasi di Kabupaten Subang sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam pengelolaan tutupan vegetasi di Kabupaten Subang.