Hari Habitat Sedunia 2015: Ruang Publik Yang Terampas

hab1

PBB telah menetapkan hari Senin pertama bulan Oktober setiap tahunnya sebagai Hari Habitat Sedunia. Tujuan peringatan Hari Habitat Sedunia adalah untuk mendorong kota-kota di seluruh dunia agar memiliki komitmen untuk menyediakan hunian yang layak, yang mana merupakan hak-hak dasar seluruh warga kota. Juga ditujukan untuk mengingatkan dunia bahwa kita semua punya wewenang dan tanggung jawab untuk  membentuk masa depan kota kita. Hari Habitat Sedunia ditetapkan tahun 1985 oleh PBB melalui Resolusi 40/202, dan pertama kali diperingati pada tahun 1986.

Setiap tahunnya, Hari Habitat Sedunia mengambil satu tema yang dipilih oleh PBB berdasarkan isu terkini yang relevan dengan Agenda Habitat. Tema tersebut dipilih untuk menarik dukungan terhadap kebijakan pembangunan berkelanjutan yang memastikan hunian yang layak untuk semua. Adapun agenda Habitat PBB antara lain sebagai berikut:

  • Tempat tinggal inklusif dan pelayanan sosial
  • Kehidupan yang aman dan sehat bagi semua, terutama anak-anak, remaja, wanita, lansia dan cacat
  • Transportasi dan energi yang memadai dan berkelanjutan
  • Dukungan, proteksi dan restorasi ruang kota hijau
  • Air minum dan sanitasi yang aman dan bersih
  • Kualitas udara yang sehat
  • Penciptaan lapangan kerja
  • Pengembangan perencanaan kota dan peningkatan daerah kumuh
  • Manajemen limbah yang lebih baik

Hari Habitat Sedunia Tahun 2015 diperingati pada tanggal 5 Oktober 2015 dengan tema  Public Spaces for All (Ruang Publik Untuk Semua). Mengapa ruang publik? Sekalipun seringkali dianggap remeh, ruang publik sesungguhnya merupakan tulang punggung suatu kota. Ruang publik yang baik dapat menambah kedekatan di antara masyarakat dan meningkatkan derajat kesehatan dan kebahagiaan  bagi seluruh warga kota. Hal itu merupakan investasi yang tidak ternilai karena dengan kondisi fisik dan psikologis yang baik, masyarakat akan mampu melaksanakan aktivitas secara optimal dan berkontribusi terhadap kemajuan kota di segala bidang.

Ruang-ruang publik seperti taman (ruang terbuka hijau), jalan, trotoar, pasar dan taman bermain dapat dikata merupakan wajah yang mencerminkan kondisi dan perilaku kota secara keseluruhan.

Sayangnya, penyediaan ruang publik berkualitas tampaknya belum menjadi prioritas pemerintah, terutama di daerah. Hanya beberapa yang menaruh perhatian khusus terhadap ruang publik, di antaranya Surabaya dan Bandung. Walikota Bandung Ridwan Kamil misalnya, yang getol membuat rupa-rupa taman di Bandung (mulai Taman Jomblo hingga Taman Film) mengklaim tingkat kebahagiaan warga Bandung meningkat sejak hadirnya taman-taman tersebut.

hab4

Salah satu taman tematik di Kota Bandung

Ruang publik lainnya seperti trotoar, seringkali bernasib nahas. Dipadati PKL, para pengguna trotoar tak berdaya menggunakan haknya di jalan. Jalanan pun seakan tak berdaya dirampas parkir liar ataupun pasar tumpah. Tarik menarik antara kepentingan publik dan kepentingan ekonomi tampaknya menjadi persoalan rumit yang memerlukan solusi cerdas dan lugas. Apa yang dilakukan Gubernur DKI, yang ingin mengembalikan bantaran sungai menjadi ruang terbuka hijau – meski prosesnya tidak terlalu mulus – patut diapresiasi. Hal ini sepatutnya ditiru oleh kepala-kepala daerah lainnya, yakni mengembalikan ruang publik yang terampas, dengan tidak mengesampingkan sisi kemanusiaan.

hab3

Trotoar dan jalan yang digunakan sebagai tempat berjualan dan parkir

hab2

Pasar tumpah memenuhi badan jalan

Kita tentunya ingin ruang publik senyaman negara-negara maju. Taman-taman yang sejuk dengan danau (lengkap dengan bebek) dimana orang-orang berpiknik dan anak-anak berlarian gembira. Juga taman-taman bermain ayunan, jungkat-jungkit dan kuda-kudaan pegas (yang tentu tidak dirusak atau dicuri), pasar tradisional yang nyaman, trotoar yang bebas PKL dan parkir liar, dan masih banyak lagi. Atau, jika itu terlalu muluk, ruang publik yang bersih saja sudah cukup. Karena, sekali lagi, itu merupakan hak kita selaku warga kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *