Bank Roentah Panyingkiran

S1070004

“ Bersama Raih Rupiah dari Sampah ”  adalah motto Bank Roentah Panyingkiran atau yang biasa disebut BRP. Sesuai dengan namanya, Bank Roentah Panyingkiran (Roentah atau Runtah yang dalam Bahasa Indonesia berarti sampah) adalah salah satu bank sampah yang ada di Kabupaten Subang. BRP yang berdiri pada tahun 2011 beralamat di Dusun Krajan RT 12/06 Desa Panyingkiran Kecamatan Purwadadi Kabupaten Subang.

Produk unggulan dari BRP adalah TARUMPAH atau Tabungan Rutin Sampah. Untuk dapat memiliki Tarumpah, masyarakat cukup mendaftar ke BRP tanpa dipungut biaya. Setiap nasabah yang sudah terdaftar berhak memperoleh buku tabungan dan 4 (empat) buah karung plastik transparan sebagai tempat sampah (plastik, kertas, logam dan kaca). Setelah sampah terkumpul, nasabah membawa langsung sampah ke Bank Roentah atau meminta jasa jemputan kepada petugas bank yang disebut BARULING (Bank Roentah Keliling) untuk ditimbang sesuai dengan jenisnya. Hasil timbangan kemudian dikonversikan ke dalam rupiah dan dicatat di buku tabungan. Tabungan ini dapat diambil kapan saja apabila dibutuhkan, tetapi umumnya nasabah melakukan pengambilan pada saat menjelang hari raya.

Pada awal berdirinya, BRP belumlah maju seperti sekarang, namun berkat sosialisasi yang intens untuk mengubah pola pikir masyarakat, kegiatan Bank Roentah Panyingkiran lambat laun bisa dipahami dan diterima oleh masyarakat.  Target utama BRP adalah  ibu-ibu majelis ta’lim, para pelajar dan masyarakat yang memiliki usaha (warung, toko dan pedagang kaki lima). Hal ini karena ibu-ibu merupakan penghasil dan pengumpul sampah di tiap-tiap rumah tangga, sementara pelajar memiliki semangat dan idealisme yang tinggi, dan diusia mereka cocok untuk dibekali pengetahuan dan kepedulian terhadap lingkungan. Adapun masyarakat yang memiliki usaha,  mereka adalah penghasil sampah yang rata-rata tetap.

Sampah yang dijadikan sasaran dalam pengelolaan sampah dengan BRP untuk saat ini adalah sampah non-organik yang masih bernilai ekonomis (kertas, plastik, logam dan beling). Dalam pengelolaan sampah, masyarakat/nasabah diedukasi tentang pemilahan dan pengelolaan sampah yang benar. Dengan teknik pemilahan yang baik dan benar maka nilai ekonomis sampah masih tetap terjaga.

Sosialisasi dilakukan roadshow sementara ke dusun-dusun di Desa Panyingkiran dan desa-desa sekitarnya se-Kecamatan Purwadadi yang siap menerapkan program Bank Sampah.